Humas-Info. Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Gorontalo kembali melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis (Pokja Manajemen Operasional) Program Sekolah Penggerak untuk Angkatan 1 dan Angkatan 2 yang dilaksanakan secara tatap muka dengan mengundang Tim PMO Kabupaten/Kota dan PMO Sekolah, pada Selasa (19/04).Kepala LPMP Provinsi Gorontalo dalam sambutannya mengatakan pentingnya kerjasama dalam rangka memaksimalkan keberhasilan program sekolah penggerak tersebut. “Tim PMO akan mengontrol implementasi PSP dan mengidentifikasi kendala-kendala yang dihadapi dari level sekolah, kabupaten/kota, level UPT hingga ke level pusat. Dari level sekolah, PMO bersama Pelatih Ahli berupaya memberikan solusi-solusinya. Jika tidak ada solusi, nanti dibawa ke level kab/kota dan provinsi, sehingga permasalahan atau kendala bisa segera diatasi” tegas Amin N. Nusi.


Hal senada di ungkapkan Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Doni Punu di sela-sela kegiatan memastikan program berjalan on the track atau sebagaimana mestinya. PMO diterapkan di sekolah penggerak karena program ini berskala nasional dan melibatkan banyak lini, unit dan sasaran yang jumlah yang banyak.
“Bagaimana mengelola sasaran ribuan yang terstruktur terprogram, kelihatan progres dan diketahui kendalanya, itu lah Fungsi PMO hadir,” terang Doni.
Ditambahkannya pula, bahwa PMO nantinya akan melakukan standarisasi proses dari program dan mengoordinasikan penggunaan bersama sumber daya, metodologi, peralatan dan teknik. Hal itu akan berlaku di setiap proses mulai dari perencanaan, pemantauan, pengelolaan, pengendalian isu strategis dan resiko-resiko yang timbul hingga sampai dengan pembuatan laporan nanti.
Acara dilanjutkan dengan Paparan singkat Tim PMO LPMP Provinsi Gorontalo dalam hal ini oleh Ibu Yusni Simana, S.Si dan Bapak Rasyid Hidayat, S.Kom yang menjelaskan satu demi satu petunjuk teknis PMO dimana hal ini yang akan berpengaruh pada keberhasilan Program Sekolah Penggerak (PSP) sangat ditentukan oleh Program Management Office atau PMO di masing-masing level. Ketika PMO tidak berjalan, maka berpotensi pada kegagalan Program Sekolah Penggerak.
Kegiatan Bimtek ini berlangsung tertib dengan menerapkan Protokol Kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah, memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. (humas-tox)